Minggu, 08 Oktober 2017

Softskill ETIKA PROFESI - PROFESIONALISME - ORGANISASI - PROFESI SERTA KODE ETIK PROFESI.

PENGERTIAN ETIKA PROFESI

Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi.

a.)    Jelaskan yang dimaksud dengan etika

Etika merupakan sikap atau perlilaku seseorang yang menunjukkan kepribadiaannya atau kesanggupaan seeorang untuk menaati peratuaan atau norma-norma yang berada didalam lingkungan masyarakat banyak. etika ini sangat penting karena dapat membuat anda disegangi kalau etika andsa baik didalam lingkungan masyarakat dan bisa juga dapat membuat anda sendiri malu kalau etika anda buruk di lingkungan masyarakat.

b.)    Jelaskan apa yang dimaksud dengan profesi

profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan pelatihan maupun penguasaan terhadap ilmu pengetahuan tertentu. Atau profesi juga sering di artikan sebagai pekerjaan yang memerlukan pelatihan dan keahlian khusus. Umumnya setiap profesi memiliki asosiasi, memiliki kode etik, memiliki sertifikasi, dan memiliki lisensi khusus untuk bidang profesi tertentu.

c.)    Ciri-ciri khas profesi

1.      Memiliki pengetahuan khusus tentang suatu bidang pekerjaan, seperti adanya keahlian dan keterampilan yang didapatkan dari pelatihan maupun dari pendidikan khusus seta pengalaman yang cukup lama.
2.      Memiliki aturan dan juga standar moral yang tinggi, umumnya bagi orang yang memiliki profesi setiap kegiatan yang dilakukannya berdasarkan pada kode etik bidang profesinya.
3.      Mementingkan kepentingan masyarakat, setiap melaksanakan profesi harus selalu mementingkan kepentingan masyarakat terlebih dahulu daripada kepentingan pribadinya.
4.      Memiliki izin khusus dalam menjalankan kegiatan profesinya, artinya setia profesi tentunya selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana setiap kegiatan yang dilaksanakan seorang yang memiliki profesi harus memiliki izin khusus jadi tidak sembarangan dalam menjalankan kegiatannya.
5.      Orang yang memiliki profesi biasanya selalu menjadi anggota organisasi profesi yang menjadi bidangnya.

Profesionalisme adalah sifat-sifat (kemampuan, lemahiran, cara pelaksanaan dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh profesional. Profesionalisme berasal dari kata profesion yang berhubungan dengan makna profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Jadi profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualitas dari seorang profesional.


Organisasi Profesional adalah suatu organisasi yang biasanya bersifat nirlaba yang ditujukan untuk suatu profesi tertentu dan bertujuan melindungi kepentingan publik maupun profesional pada bidang tersebut. Organisasi profesional dapat memelihara atau menerapkan suatu standar pelatihan dan etika pada profesi mereka untuk melindungi kepentingan publik. Banyak organisasi memberikan sertifikasi profesional untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki kualifikasi pada suatu bidang tertentu Kadang, walaupun tidak selalu, keanggotaan pada suatu organisasi sinonim dengan sertifikasi.

Kode Etik Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Diberi nama "Catur Karsa Sapta Darma Insinyur Indonesia".
Terdiri dari dua bagian yaitu,

Pertama, 4 Prinsip Dasar:
1. Mengutamakan keluhuran budi.
2. Menggunakan kemampuan dan pengetahuan untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.

Kedua, 7 Tuntutan Sikap:
1.Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kompetensinya.
3. Insinyur Indonesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung-jawabkan.
4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing.
6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas, dan martabat profesi.
7. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.

Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Berikut adalah kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan kepada pelaku pelanggaran kode etik :

Mendapat peringatan

Pada tahap ini, si pelaku akan mendapatkan peringatan halus, misal jika seseorang menyebutkan suatu instansi terkait (namun belum parah tingkatannya) bisa saja ia akan menerima email yang berisi peringatan, jika tidak diklarifikasi kemungkinan untuk berlanjut ke tingkat selanjutnya, seperti peringatan keras ataupun lainnya

Pemblokiran

Mengupdate status yang berisi SARA, mengupload data yang mengandung unsur pornografi baik berupa image maupun .gif, seorang programmer yang mendistribusikan malware. Hal tersebut adalah contoh pelanggaran dalam kasus yang sangat berbeda-beda, kemungkinan untuk kasus tersebut adalah pemblokiran akun di mana si pelaku melakukan aksinya. Misal, sebuah akun pribadi sosial yang dengan sengaja membentuk grup yang melecehkan agama, dan ada pihak lain yang merasa tersinggung karenanya, ada kemungkinan akun tersebut akan dideactivated oleh server. Atau dalam web/blog yang terdapat konten porno yang mengakibatkan pemblokiran web/blog tersebut

Hukum Pidana/Perdata

“Setiap penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, atau masyarakat yang dirugikan karena penggunaan Nama Domain secara tanpa hak oleh Orang lain, berhak mengajukan gugatan pembatalan Nama Domain dimaksud” (Pasal 23 ayat 3) “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya” (Pasal 33) “Gugatan perdata dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan” (Pasal 39) Adalah sebagian dari UUD RI No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) yang terdiri dari 54 pasal. Sudah sangat jelas adanya hukum yang mengatur tentang informasi dan transaksi yang terjadi di dunia maya, sama halnya jika kita mengendarai motor lalu melakukan pelanggaran misal dengan tidak memiliki SIM jelas akan mendapat sanksinya, begitu pun pelanggaran yang terjadi dalam dunia maya yang telah dijelaskan dimulai dari ketentuan umum, perbuatan yang dilarang, penyelesaian sengketa, hingga ke penyidikan dan ketentuan pidananya telah diatur dalam UU ITE ini.

Faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :

1. Alasan ekonomiàkebutuhan individu, misalnya :Korupsi
2. Tidak ada pedoman Area “abu-abu”, sehingga tak ada panduan
3. Perilaku dan kebiasaan individu (kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi)
4. Lingkungan tidak etis (pengaruh komunitas)
5. Perilaku orang yang ditiru (efek primodialisme yang kebablasan)
6. Sanksi Pelanggaran Etika
7. Sanksi social skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
8. Sanksi hokum skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama dan hiikuti hokum perdata.

Senin, 27 Maret 2017

Softskill TPM

BAB I
FUNGSI MAINTENANCE & REPAIR

1.1              Fungsi Maintenance
Maintenance adalah sebuah pemeliharaan suatu barang  atau yang lainnya, disini saya mengambil contoh dari Maintenance sebuah Server dari jaringan komputer, sebagaimana kita tahu server dan client dapat di misalkan menjadi  sebuah induk (server) dan anaknya (client), server adalah sebuah komputer yang bertugas untuk menyedikan layanan untuk  sebuah client seperti hak akses, dan dari segi penyimpanan seperti database, sedangkan client adalah sesuatu yang meminta sesuatu kepada server, entah itu hak akses, atau yang lainnya sebagaimana kita tahu komputer yang di gunakan untuk menjadi server akan menyala selama client belum di matikan semuanya, sedangkan jika server di matikan maka keseluruhan client atau jaringan yang bergantung pada server tersebut terjadi server down, banyak alasan untuk mematikan sebuah server yaitu untuk pemeliharaan komponen server entah itu hardware atau software.
1.1.1        Waktu Maintenance 
Waktu dari maintenance tidak bisa di prediksi  faktor ke 1 bisa saja singkat jika server rutin menjalankan maintenance tiap bulannya untuk perawatan, dan bisa saja sangat lama jika server jarang di adakan maintenance, dan yang ke 2 faktor dari lamanya maintenance adalah kemampuan seorang ahli IT yang melakukan maintenance pada server tersebut jika sudah memang benar benar ahli ya bisa saja singkat dalam melakukan maintenance server dan jika masih amatir atau baru pertama kali memang sedikit lama memakan waktu maintenance jadi maintenance itu waktunya tidak bisa di prediksi, dan memang maintenance itu tidak semudah yang kita kira.
1.1.2    Tujuan Maintenance
Tujuan maintenance adalah untuk mencegah  error pada system tersebut
memperpanjang masa systemmenekan adanya kerusakan pada komponen komponen
mengganti komponen yang sudah rusak atau memperbaikinya


1.1.3    Tips Maintenance Server

1.   Backup selalu data penting
Backup memang sesutu yang harus di lakukan agar jika data penting di curi oleh seseorang setidaknya kita masih dapat mengakses data tersebut lewat Backup yang berada di dalam server seperti database yang berada di dalam server tersebut

2.   Komputer server harus aman dan steril
Maksud aman dan steril adalah dalam arti aman adalah komputer harus di kasih password dan hanya dapat di operasikan 1 orang saja, memakai OS original agar windows juga dapat menjamin dari keamanan server tersebut

3.   Penempatan server
Sebagaimana kita tahu server beroperasi selama 24 jam non stop maka dari itu penempatan lokasi sangatlah penting, jika ruangan server terasa panas maka kinerja server akan terganggu dan tidak bekerja secara optimal, maka dari itu ruangan server haruslah steril dari panas dan dingin

4.   Instalasi Antivirus dan memakai Windows firewall  
Antivirus memang sudah tidak asing lagi di dunia Komputer, hampir setiap komputer atau laptop memiliki antivirus, meskipun ada juga yang tidak memiliki antivirus, dengan ini komputer server harus memiliki antivirus untuk mencegah ancaman virus dari system yang berada ketika kita download sesuatu atau mengcopy data dari server ke komputer lain agar tidak terkena virus dari komputer lain

5.   Jalankan sesingkat mungkin
Maintenance harus di jalankan sesingkat mungkin dan juga benar dan sukses dalam maintenance, karena jika lama sebuah pengguna server akan mengeluh dan tidak jarang dari mereka yang komplain atas kinerja maintenance yang sangat lama dari maintenance



1.2       Fungsi Repair
Repair atau perbaikan, repair hampir sama dengan maintenance hanya saja ini perbaikan sedangkan maintenance pemeliharaan.
1.2.1    Pengertian
pengertian repair adalah sebuah perbaikan, perbaikan pada komponen komponen tertentu yang sudah rusak dan bisa di perbaiki lagi, tidak semua komponen bisa di perbaiki tergantung dari jenis kerusakannya, jika memang terjadi Troublesooting itu memang bisa di perbaiki melalui systemnya
dan jika memang terjadi kerusakan fisik itu memang kecil kemungkinan bisa di perbaikinya.


1.2.2    Waktu Yang Pas Untuk  Me-Repair
Waktu yang pas untuk repair adalah saat kita sudah merasakan ada yang aneh pada komponen yang sudah kita pakai entah itu sudah tidak enak di pakai atau terasa aneh jika di pakai oleh kita, dan waktu yang pas untuk me repair adalah saat kita sudah mengalami troubleshooting pada komponen yang kita pakai, sedangkan untuk perawatan rutin adalah minimal 1 bulan sekali dan tidak boleh me repair secara sering malah itu yang menyebabkan kerusakan pada komponen.

1.2.3    Tujuan Repair
Tujuan repair adalah untuk memperbaiki sesuatu yang telah usang
memperpanjang masa pemakaian pada komponen komponen menekan adanya kerusakan serius pada komponen.


1.2.4    Tips Untuk Repair
1.      Tentukan waktu yang cocok

Waktu repair adalah sesuatu yang sangat penting tidak boleh terlambat jika terlambat maka akan memakan waktu yang sangat lama dan tidak boleh terlalu sering karena akan malah merusak komponen tersebut,
waktu yang pas adalah jika kita sudah merasa ada yang tidak beres pada komponen yang kita pakai, komponen sudah mulai menunjukan ada yang tidak beres
jika terjadi troubleshooting pada komponen maka secepatnya di lakukan Repair pada komponen tersebut.

2. Menggunakan teknisi yang handal

Tidak sembarang orang bisa me repair barang secara bagus itu semua tergntung dari Teknisi dari yang kita panggil, kita harus berhati hati kepada teknisi yang kita panggil, karena tidak semua teknisi bereputasi baik, ada yang bertanggung jawab jika malah tambah terjadi kesalahan, dan ada juga yang tidak bertanggung jawab jika terjadi kesalahan pada komponen.
































BAB II
ISTILAH-ISTILAH MAINTENANCE

2.1 Breakdown
Breakdown Maintenance merupakan aktivitas maintenance (pemeliharaan) yang dilakukan sebagai reaksi atau tindakan segera yang menduduki prioritas utama untuk mengembalikan kondisi peralatan atau mesin pada kondisi atau keadaan normal setelah mengalami kegagalan fungsi yang mengakibatkan peralatan tersebut berhenti beroperasi. Hal ini sebagian besar diakibatkan oleh minimnya perhatian yang diberikan terhadap kondisi operasi permesinan, peralatan atau sistem yang dijalankan. Selama ini aktivitas breakdown maintenance selalu difokuskan pada seberapa cepat mesin atau sistem dapat dikembalikan ke kondisi normal. sepanjang mesin atau peralatan dapat berfungsi meski pada level minimum yang diizinkan, maka pemeliharaan yang dijalankan dinilai efektif. Pendekatan manajemen maintenance (pemeliharaan) tersebut jelas tidaklah efektif selain juga akan menimbulkan biaya perawatan menjadi tinggi di kemudian hari. Dalam Breakdown maintenance terdapat dua faktor utama yang dapat memberikan kontribusi yang kuat yang dapat menyebabkan tingginya biaya perawatan antara lain :
(1) Tidak baiknya perencanaan atau belum adanya perencanaan
(2) Perbaikan yang kurang menyeluruh.

Keterbatasan yang pertama dari breakdown maintenance adalah menyangkut tidak baiknya perencanaan dimana hal tersebut seringkali juga dipaksakan oleh pihak manajemen produksi. Sebagai contoh, penggunaan tenaga kerja dan efektifitas sumber daya perawatan yang masih minim. Idealnya, biaya dari breakdown maintenance berkisar antara tiga sampai empat kali lebih besar dibanding dengan perbaikan yang sama apabila dilakukan melalui perencanaan yang matang.
Keterbatasan yang kedua adalah memusatkan perbaikan bukan pada akar penyebab terjadinya kegagalan fungsi dari suatu peralatan. Sebagai contoh, Suatu kerusakan pada bearing akan dapat menyebabkan suatu mesin menjadi kritis yang berdampak terhentinya proses produksi. Dalam breakdown maintenance, bearing tersebut harus diganti sesegera mungkin sehingga mesin akan kembali bekerja. Tidak ada upaya yang dilakukan untuk menemukan akar permasalahan dari kerusakan bearing atau bagaimana untuk menghindari terulang kembalinya kerusakan tersebut di masa yang akan datang. Sebagai hasilnya, keandalan mesin atau sistem tersebut akan menjadi berkurang.

2.2 Availability
Kesiapan (availability) adalah keadaan siap suatu mesin/peralatan baik dalam jumlah (kuantitas) maupun kualitas sesuai dengan kebutuhan yang digunakan untuk melaksanakan proses operasi. Kesiapan (availability) tersebut dapat digunakan untuk menilai keberhasilan atau efektifitas dari kegiatan perawatan yang telah dilakukan.

Availability berhubungan dengan probabilitas suatu peralatan untuk melakukan operasionalnya, secara matematis Availability dapat dinyatakan dengan :

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1cVvcwJiVf3_WnSTacq_lyFjZf87K03MYW7gEashXWWe8dStpnYoJOOEnPCJvDUJkfZfS5l1e9mHjHtHibgqBNhlmOiSn7DtvxPuz-hGunLHsW1MzWF7jVFS3UqL5G5PbME4eI8xWut11/s320/Picture1.png

Jenis Availability :

Inherent Availability (Ai), Adalah probabilitas  sistem atau peralatan yang digunakan ;pada kondisi tertentu dalam lingkungan dukungan yang ideal (yakni: secara cepat  alata daapat tersedia, toolsspare parts , personil maintenance, dsb) alat akan beroperasi secara memuaskan pada sembarang waktu yang dibutuhkan. Tidak termasuk tindakan preventive maintenance atau terjadwal, LDT (Logistic Down Time) dan ADT (Administrasi Down Time).
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs1WN1h6t4VvdAzyshkxiU5yMu5rf-QWQvsbLGs-J3TnIMEQC36XMQimJY4UbV0x3ufWsRvIjCErcyT-EP4aKDNIccwYYSPtaeOxGY1B4qHkcJ_So_yOjYL-eNkqk0hWtg2vEKOsBbANEM/s200/Picture2.pngDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpIwx8-M5X8oiwwLpU_mVT7MNbaXTVc1qJiynqddHVPddkpvTqJ4pl67T0eUF9ZdV7hhck323Yp3__XTTZbxk9Pcgx_6KuRoS4IPosFyeu3tOKvctESNC_A6a9UzKdvNkmTA4_FfP26oHW/s200/Picture3.png
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFnF0DJKTwdHBZb41WJnXvx7YuC5E4AtiezhcbJQ-nlKyrnu1syUg8v79YZ0CoFzZMI3cK5UMXlIvp_dXC61oEyuLohWen632gLR2vAHSX_VIoodEnOsdyu95XSAEoEdNZshYNf6tGFGbB/s320/Picture4.png

l                       = banyaknya kerusakan yang terjadi/jumlah jam operasi.
M ct     = rata-rata waktu perawatan

Achieved Availability (Aa), Adalah probabilitas sistem, jika digunakan di bawah kondisi yang telah ditetapkan di dalam lingkungan dan dukungan yang ideal (yakni: tersedianya, tools, spare parts, personil, dsb) akan beroperasi  dengan memuaskan di sembarang waktu. Definisi ini sama dengan Ai, kecuali diikutkannya preventive maintenance.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2jrRNzgFh-i_Y4qYKS0HoPmuCuASp8wkABoyzGJtNR8lngM0GRxmSo1UQcI5P121dxbFOEYvridAoT-VXO1ekpkTFOKdskDnS4RajppN0tZoGihhvhZu7fG-H4qq3dJ_ZcyFeekmioe0x/s200/Picture5.png

MTBM merupakan waktu rata-rata diantara perawatan yang meliputi kebutuhan perawatan preventive (terjadwal) dan kebutuhan perawatan corrective (tidak terjadwal), yang dapat diperoleh dari : 

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRY_q8SVcqRglacX3ZTbscFTAhVD9r9JVE-LuqpgktNPhGREoR8NkbZLvRPrSzyqwlaGB9LIr9oCfHCVozwqkCYX5WlLeBlyLpWEu9_zhyphenhyphenoKoJmVYRpqND8nYOkxo3bX3eiUM6r_myIwZX/s320/Picture6.png

 dimana:
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCiwqHkipcgHvoH592Jg71a5bw10p8X0od4IaIFz6cDGgKNhHQSS3FlWkowUpgnJR10Sx5PmZkzuqMSITiBRBy3f0oJsZX3NNftIBevQsiN0_U3sPapXloWMZCtO3P83GDeOrAvHV0j1Fv/s200/Picture7.png

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXoiSGobpm0DyjchBjzm99Xg4ayFRtdxoNA1GQ9XZzvxpbrqJzhR8ajuGGvv0VhezEUlhDauyURHoqjD9CvvqBs93BhrtVgOHJELQOUYza7ozavLow71JxdUBxPCOCDGvT99RVi3a4w4us/s200/Picture8.png

2.3 Overhaul
Overhaul merupakan suatu kata dalam bahasa inggris yang mempunyai arti pemeriksaan yang sangat teliti, jadi dapat kita kembangkan lagi tentang pengertian atau definisi engine over haul yaitu kegiatan pembongkaran komponen komponen kendaraan, kemudian diperiksa dengan sangat teliti agar didapat data-data yang valid, sehingga langkah perbaikan selanjutnya dapat tepat atau sesuai.
Overhaul tidak hanya sebatas pada mesin saja, tetapi over haul juga ada pada komponen lainnya seperti OH Rem, OH Karburator, OH, Transmisi, OH Distributor dan lain sebagainya. Kembali ke topik utama yakni tentang pengertian engine over haul, di atas sudah di jelaskan tentang definisi dari over haul itu sendiri. Jadi engine overhaul adalah suatu kegiatan pembongkaran mesin (engine) pada kendaraan, dan kemudian komponen mesin tersebut diperiksa dengan sangat teliti supaya didapat data-data yang valid sehingga langkah perbaikan selanjutnya dapat tepat. Serta masalah pada engine tersebut teratasi.



2.4 Perhitungan Effisiensi Mesin OEE (Over Equipment Effectiveness)
Overall Equipment Effectiveness atau disingkat dengan OEE adalah suatu cara untuk mengukur kinerja mesin produksi dalam penerapan program TPM (Total Productive Maintenance). Pengukuran Kinerja dengan OEE (Overall Equipment Effectiveness) terdiri dari 3 komponen utama pada mesin produksi yaitu Availability (Waktu Kesediaan Mesin), Performance (Jumlah unit yang diproduksi) dan Quality (Mutu yang dihasilkan). Hasil perhitungan OEE adalah dalam bentuk Persentase (%). Dalam Bahasa Indonesia, Overall Equipment Effectiveness ini disebut dengan Efektivitas Peralatan Keseluruhan.
Pengukuran OEE (Overall Equipment Effectiveness) sangat penting untuk mengukur keberhasilan dari program TPM (Total Productive Maintenance) yang diterapkan dalam suatu perusahaan. Dengan kata lain, hasil OEE merupakan KPI (Key Performance Index) Utama dari hasil penerapan TPM.

2.5 Downtime
Downtime adalah jumlah waktu dimana suatu equipment tidak dapat beroperasi disebabkan adanya kerusakan (failure), namun pabrik masih dapat beroperasi karna masih adanya equipment lain yang bisa menggantikan fungsi sehingga proses produksi masih bisa berjalan.











BAB III
JENIS-JENIS MAINTENANCE

3.1 Planned Maintenance (Pemeliharaan Terencana)
Planned maintenance (pemeliharaa terencana)adalah pemeliharaan yang terorganisir dandilakukan dengan pemikiran ke masa depan,pengendalian dan pencatatan sesuai denganrencana yang telah ditentukan sebelumnya. Oleh karena itu program maintenance yang akandilakukan harus dinamis dan memerlukan pegawasan dan pengendalian secara aktif daribagian  maintenance melalui informasi dari catatan riwayat mesin/peralatan.
Konsep planned maintenance ditujukan untuk dapat mengatasi masalah yang dihadapi manajerdengan pelaksanaan kegiatan maintenance. Komunikasi dapat diperbaiki dengan informasi yangdapat memberi data yang lengkap untuk mengambil keputusan. Adapun data yang penting dalamkegiatan maintenance antara lain laporan permintaan pemeliharaan, laporan pemeriksaan, laporan perbaikan, dan lain-lain.
3.2 Preventive maintenance (pemeliharaan pencegahan)
Preventive maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untukmencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi ataukeadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi.
Dengan demikian semua fasilitas produksi yang diberikan preventive maintenance akan terjamin kelancarannya dan selalu diusahakan dalam kondis atau keadaan yang siap dipergunakan untuksetiap operasi atau proses
produksi  pada setiap saat. Sehingga dapatlah dimungkinkan pembuatan suatu rencana danjadwal pemeliharaan dan perawatan yang sangat cermat dan rencana produksi yang lebih tepat.
3.3 Corrective maintenance (Pemeliharaan Perbaikan )
Corrective maintenance adalah suatu   kegiatan  maintenance yang dilakukan setelah terjadinya kerusakan atau kelalaian pada mesin/peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik.
3.4 Predictive maintenance
Predictive  maintenance adalah tindakan-tindakan  maintenance yang  dilakukan pada tanggalyang ditetapkan berdasarkan prediksi hasil analisa dan evaluasi data operasi yang diambil untuk melakukan predictive maintenance itu dapat berupa data getaran, temperature, vibrasi, flow rate,dan lain-lainnya. Perencanaan predictive maintenance dapat dilakukan berdasarkan data darioperator di lapangan yang diajukan melalui work  order ke departemen maintenance untukdilakuakan tindakan tepat sehingga tidak akan merugikan perusahaan.
p> Hasil yang diharapakan dari kegiatan pemeliharaan mesin/peralatan (equipment maintenance) merupakan berdasarkan dua hal sebagai berikut:
Condition maintenance yaitu mempertahankan kondisi mesin/peralatan agar berfungsi denganbaik sehingga komponen-komponen yang terdapat dalam mesin juga berfungsi dengan umur ekonomisnya.
Replecement maintenance yaitu melakukan tindakan perbaikan dan penggantian komponen mesin tepat pada waktunya sesuai dengan jadwal yang telah diencanakan sebelum kerusakan terjadi.


BAB IV
TPM (Total Productive Maintenance)

4.1 Pengertian TPM
Total Productive Maintenance atau disingkat dengan TPM adalah suatu sistem yang digunakan untuk memelihara dan meningkatkan kualitas produksi melalui perawatan perlengkapan dan peralatan kerja seperti Mesin, Equipment dan alat-alat kerja. Fokus utama Total Productive Maintanance atau TPM ini adalah untuk memastikan semua perlengkapan dan peralatan Produksi beroperasi dalam kondisi terbaik sehingga menghindari terjadinya kerusakan ataupun keterlambatan dalam proses produksi.
Total Productive Maintenance (TPM) merupakan konsep inovatif Jepang yang berawal dari penerapan Preventive Maintanance pada tahun 1951. Konsep Preventive Maintenance ini sendiri merupakan konsep yang diadopsi dari Amerika Serikat. Nippondenso yang merupakan pemasok Toyota adalah perusahaan pertama yang memperkenalkan konsep TPM pada tahun 1960 dengan slogan “Productivity Maintenance with total Employee Participation”. Seiichi Nakajima yang saat itu menjabat sebagai Vice Chairman JIOPM (Japan Institute of Plant Maintenance) kemudian dikenal sebagai bapak TPM.

4.2 Tujuan TPM
Tujuan daripada TPM (Total Productive Maintenance) adalah untuk meningkatkan produktivitas pada perlengkapan dan peralatan produksi dengan Investasi perawatan yang seperlunya sehingga mencegah terjadi 6 kerugian besar yaitu :
Breakdown
Kerugian akibat Rusaknya Mesin (Peralatan dan Perlengkapan Kerja)
Setup and Adjustments
Kerugian yang diakibatkan perlunya Persiapan ulang peralatan dan perlengkapan kerja

Small Stops
Kerugian akibat terjadinya gangguan yang menyebabkan mesin tidak dapat beroperasi secara optimal
Slow Running
Kerugian yang terjadi karena mesin berjalan lambat tidak sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.
Startup Defect
Kerugian yang diakibatkan terjadi cacat produk saat Startup (saat awal mesin beroperasi)
Production Defect
Kerugian yang terjadi karena banyaknya produk yang cacat dalam proses produksi.
Selain keenam kerugian yang disebutkan diatas, keuntungan lain penerapan Total Productive Maintenance (TPM) adalah dapat menghindari terjadinya kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawannya.
4.3 Keuntungan TPM
Keuntungan TPM antara lain membantu memelihara pabrik dan mesin agar selalu dalam kondisi prima, karena operator mampu melakukan perbaikan-perbaikan kecil sehingga staf maintenance dapat fokus menangani permasalahan yang lebih serius. Penghalang utama implementasi metode transformasi seperti TPM ini adalah bagaimana merubah pola perilaku dasar atau budaya perusahaan.
Walaupun sulit, transformasi budaya menuju perbaikan adalah sebuah investasi yang paling menguntungkan bagi perusahaan. Dengan adanya budaya untuk selalu memperbaiki, akan tercipta kesadaran dan keperdulian dari seluruh karyawan untuk menjaga dan memelihara performa mesin dengan keahlian yang sudah lebih dulu dibekali oleh perusahaan.




BAB V
KEUNTUNGAN MEMPUNYAI DEPARTEMEN MR SENDIRI DIBANDING MENYEWA KONTRAKTOR


Keuntungan suatu perusahaan mempunyai departement maintenance dan repair adalah menghemat biaya sebuah perusahan dibandingkan menyewa kontraktor 

Sabtu, 14 Mei 2016

BAB II

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
WAWASAN NUSANTARA


Pengertian Wawasan Nusantara

pengertian wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan bentuk geografisnya menurut Pancasila dan UUD 1945 dalam mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional. 
Pengertian wawasan nusantara secara estimologis, pengertian wawasan nusantara adalah cara pandang terhadap kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua yaitu asia dan australia dan dua samudra yaitu samura hindia dan samudra pasifik. Istilah wawasan nusantara berasal dari kata wawas (Bahasa Jawa)  yang artinya pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi, dan kemudian ditambahkan akhiran an, sehingga arti wawasan adalah cara pandang, cara tinjau, cara melihat. Sedangkan kata Nusantara terdiri dari dua kata yaitu nusa yang berarti pulau atau kesatuan kepulauan dan antara yang berarti letak antara dua unsur yaitu dua benua dan dua samudra. Sehingga arti dari kata nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak dari dua benua yaitu asia dan australia dan dua samudra yaitu samudra hindia dan pasifik.

Aspek Wawasan Nusantara


1. Aspek Historis, Indonesia diwarnai oleh pengalaman  sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.

2. Aspek geografis, dan social budaya Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena Indonesia kaya akan aneka sumber daya alam  (SDA) dan suku bangsa Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat,  bahasa,  agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar mengenai berbagai macam ragam budaya.


3. Aspek geopolitik, Berdasarkan Geopolitik wilayah Indonesia adalah satu kesatuan yang satu dari Sabang sampai ke Merauke. Wawasan nusantara dibangun atas dasar geopolitik bangsa Indonesia yang dikaitkan dengan politik kekuasaan.  Salah satu kepentingan nasional dalam konsep wawasan nusantara  berdasarkan Geopolitik adalah mewujudkan tujuan nasional yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 45 untuk keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional.

Hakikat Wawasan Nusantara

Hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara dimana cara pandang yang ada dalam nusantara untuk mencapai keutuhan nasional. Jadi hakikat wawasan nusantara adalah dimana sikap dan tidak kita menunjukkan bahwa kita adalah warga negara Indonesia yang memiliki peran penting untuk memajukan Indonesia.
Dengan begitu setiap orang bisa berpartisipasi dalam kesatuan negara Indonesia. Hal ini bisa mencegah perpecahan antar warga negara yang sering menimbulkan masalah dalam negara. Oleh karna itu dengan berpegang atau berpedoman pada wawasan nusantara kita bisa menjaga keutuhan bangsa dengan mendukung pembangunan Nasional yang sesuai dengan tujuan nasional. Kondisi ini diwujudkan untuk mencapai tujuan Nasional yang berhasil

Latar Belakang Wawasan Nusantara

1. FalsafahPancasila
Pancasila merupakan dasar dalam terjadinya wawasan nusantara dari nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila. Nilai-nilai tersebut antara lain sebagai berikut.
· Penerapan HAM (HakAsasiManusia). Misalnya pemberian kesempatan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya.

· Mengutamakan pada kepentingan masyarakat daripada kepentingan individu dan golongan.
· Pengambilan keputusan berdasarkan dalam musyawarah dan mufakat.

2. Aspek Kewilayahan Nusantara
Aspek kewilayahan nusantara dalam hal ini pada pengaruh geografi karena Indonesia kaya akan SDA dan suku bangsa.

3. Aspek Sosial Budaya
Dimana dalam hal ini dapat terjadi karena indonesia terdapat ratusan suku bangsa yang keseluruhan memiliki adat istiadat, bahasa, agama dan kepercayaan yang berbeda-beda, yang menjadikan tata kehidupan nasional memiliki hubungan interaksi antara golongan karena dapat menyebabkan konflik yang besar dari keberagaman budaya.

4. Aspek Sejarah
Dapat mengacuh kepada aspek sejarah karena Indonesia memiliki banyak pengalaman sejarah yang tidak ingin terulangnya perpecahan dalam berbangsa dan bernegara. Dimana kemerdekaan yang didapatkan merupakan hasil semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, sehingga harus dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.

Fungsi Wawasan Nusantara

Fungsi dari wawasan negara itu mampu menjaga ketahanan nasional dimana konsep pembangunana nasional, pertahanan keamanan dan kewilayahan. wawasan pembangunan yang memiliki cakupan politik, kesatuansosial dan politik yang berdampak pada kesatuan pertahanan dan keamanan. wawasan pertahanan keamanan dimana wawasan nusantara bisa menjaga keutuhan dan keamanan negara yang menjadi kekuatan negara. dan yang terakhir adalah wawasan wilayah yang berkaitan dengan perbatasan.

KESIMPULAN

Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.
Fungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan sera rambu-rambu dalam menetukan segala kebijaksanan, keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan, bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.
Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah.